Jumat, 07 Maret 2008

Unperfect Sunset


Perfect, seperti halnya orang lain, saya sendiri selalu berharap apapun yang dilakukan bisa berhasil dengan sempurna. Namun nyatanya ada saja hal-hal yang menghadang dalam pencarian "perfect". Halangan ini kadang membuat hasil yang kita harapkan menjadi "unperfect", cacat, kurang sempurna. Apa yang bisa kita pelajari dari sebuah "unperfect"?

Setiap orang memiliki pengalaman masing-masing dalam menyikapi "unperfect result". Saya sendiri sedang belajar untuk menyikapi "unperfect result" sebagai sebuah pelajaran, sebagai sebuah jalan panjang yang harus di tekuni sehingga kita bisa memahami sesuatu.

Perfect atau unperfect terserah pada anda untuk mendapatkannya, terserah anda untuk menilainya, buat saya pelajaran dalam mencapainya adalah yang paling penting.

Sabtu, 01 Maret 2008

Spread into Lines


Lihatlah foto ini, jika kita memulai melihatnya dari sudat kanan bawah maka judul "Spread into Lines" menjadi tepat. Tapi jika kita mulai melihat dari sudut kiri atas maka judul tadi tidak tepat karena semua mulai dari garis-garis kemudian seolah menyatu di sudat kanan bawah.

Pandangan perspektif selalu memberikan sudut pandang yang berbeda bagi setiap orang tergantung kita mau melihat darimana.

Coba bayangkan juga sebuah gelas yang terisi air setengah bagiannya. Apa yang akan anda bilang? Apakah gelas itu setengah terisi (half full) atau gelas itu setengah kosong (half empty).

Dari kedua hal diatas terdapat perbedaan sudut pandang, terdapat perbedaan pendapat tentang sesuatu yang ternyata pada akhirnya berujung pada suatu yang sama. Perbedaan terjadi karena masalah sudut pandang.

Hargai perbedaan, hargai kemajemukan, mari membangun, berkarya dalam perbedaan sudut pandang.

KETERANGAN FOTO:

Ini adalah foto atap bagian dalam Bandara Soekarno Hatta Terminal 2F. Foto diambil dari depan gate F4.

Jumat, 01 Februari 2008

O x 5


Jajaran file ordner di meja mengilhami lahirnya foto ini. Bulatan-bulatan itu mengarahkan saya memikirkan angka 0. Foto ini saya beri judul "0 x 5".
Sepintas kalau kita mencermati kembali pelajaran matematika di sekolah bahwa berapapun jika dikalikan dengan 0 hasilnya adalah 0.
Dalam hidup, matematika tidak pernah bisa kita lepaskan, selau mengikuti gerak langkah kita. Setiap detik dalam hidup kita rasanya dan kadang tanpa kita sadari matematika sudah terterapkan.
Yang menjadi renungan saya sebegitu tergantungkah hidup kita dengan matematika? Benarkah semua langkah kita harus dihitung secara matematika? Berkaitan dengan foto diatas nyatanya 0 x 5 memberikan hasil 5 buah 0 ........
Ternyata hidup bukanlah sekedar berhitung matematika, hidup juga dengan rasa. Rasa ini sangat jauh dari nalar matematika. Mari renungkan....